Saat waktu tak bisa lagi kembali di putar... waktu terus berganti begitu juga hidup ini... berjalan tanpa menoleh ke belangkang. Berlari meninggalakan setiap jejak kehidupan. Detik berganti menit, menit berganti jam, hari berganti hari dan bulan pun berganti tahun. Seperti juga waktu ini.
Mungkin di seluruhan belahan bumi ini, tidak ada satu orang pun yang melewatkan saat itu. Dimana semua orang menantikan dan bahkan mungkin menyambutnya dengan suka cita. Namun saat ini, itu tidak berlaku pada seorang manusia ini. Seorang perempuan yang mulai berjalan menjemput kehidupannya yang mulai terbilang kompleks.
Entah apa yang ada di dalam benak setiap orang saat ini, berusaha flesh back kah atau instropeksi akan kehidupan yang telah berlalu?? Entahlah,,, aku pun tak mengerti, bahkan bukan mengerti aku sendiri pun tak tahu.
Instropeksi diri, satu kata yang terus berputar di dalam kepala ku. Kata itu gaungnya benar-benar terasa. Aku mungkin adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mungkin terjebak dalam arti kata “instropeksi diri”.
Entah tahun ini perubahan apa yang sudah aku lakukan untuk menjadikan hidup ku lebih baik. Ataukah perubahan itu tidak pernah aku lakukan. Aku sadar betul hidup di bumi ini hanya sebuah persinggahan hidup. Persinggahan yang entah akan berakhir dimana dan kapan waktu berakhir itu.
Pertanyaan untuk seorang aku, anak perempuan yang terlahir dari rahim seorang ibu, seberapa banyak aku membuat perempuan yang melahirkan ku tersenyum atau bahkan tertawa?? Sudahkah aku menjadi apa yang perempuan itu harapkan?? Apa yang telah aku berikan sebagai bukti pengabdian ku padanya?? Seberapa sering aku membuatnya marah?? Dan seberapa sering aku membuatnya mengeluarkan air matanya untuk ku??
Pertanyaan-pertanyaan itu yang saat ini sedang bermain dalam benak ku. Sungguh pertanyaan yang hampir membuat ku sulit untuk menghela setiap nafas ini. Aku harus menjawab apa untuk pertanyaan itu. Rasa sesal ini mulai tumbuh. Tuhan ku, aku hamba Mu yang tak sempurna ini merasakan sesal itu. Satu tahun telah Engkau berikan pada ku untuk membuat ku menjadi manusia Mu yang lebih baik. Kini satu tahun waktu Mu hampir berakhir...
Ya Rob... mungkin waktu Mu itu engkau berikan pada ku lagi?? Harapan semua orang, tiap tahun ingin menjadi manusia yang lebih baik, dan hal itu pun yang aku inginkan. Keingin terbesarkan ku hanya satu ya Allah aku ingin melihat perempuan yang yang melahirkan ku terseyum bahagia sembari membuka kedua tangan untuk memeluk raga ini karana ia bangga... Bangga pada seorang bayi mungil yang dulu pernah ia lahirkan telah menjadi perempuan yang mandiri dan sukses. Amin ya Rob...
Doa ku di penghujung tahun, Tuhan ku yang memiliki ku lingdungilah perempuan yang ku panggil ibu, berikanlah ia sentaiasa kesehatan hingga aku mampu membahagiakannya. Lindungilah orang-orang terkasih ku... Jadikanlah aku hamba Mu untuk lebih dekat dengan Mu dan selalu bersyukur atas rahmat Mu, jadikanlah ku hamba yang lebih baik. Hanya ridho Mu dan ridho ibu ku yang selalu ku harapkan untuk hidup ku... Dengan tangan dan kaki yang lemah ini aku berserah kepada Mu wahai sang Maha Kuasa.
Tidaklah manusia di bumi ini yang selalu merasa cukup, dan begitu juga pada ku. Saat ini akan mulai ku rangkai tiap langkah ku untuk hidup ku yang lebih baik... Ku langkahkan kaki ini untuk menggapai sejuta impian dan cita-cita yang telah lama ku bingkai dalam angan ini. Berlari untuk kebahagiaan perempuan yang ku sebut ibu.
Ku tegakkan raga ini untuk menatap hari esok, menjemput impian, mewujutkan mimpi hingga ia nyata, hingga akhirnya ku bisa tersenyum bahagia karna ku mampu menjadi seorang perempuan yang mandiri dan berhasil...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Mmmmhh..... menyongong hari esok penuh semangat terkadang terkikis dengan perasaan yang memberatkan.. introspeksi diri jadi penting... untuk melihat sejauh mana hidup telah dijalankan...
BalasHapusthanks yaeh bwt comment'a...
BalasHapusinstropeksi diri bwt qta mengukur diri sendiri...
hehehehe...