Pagi ini mungkin pelajaran yang cukup untuk aku perhatikan dan membuat mata ini berkaca-kaca. Keadaan dimana aku harus berusaha meredam rasa sesak di dalam dada ini. Sebut saja amarah... yaeh untuk kesekian kalinya aku harus berusaha meredam amarah ini. Rasa ini bukan karna aku ingi marah atau apalah, tapi rasa untuk tidak menjadi orang yang yang mementingkan perasaan ku semata.
Ketika pembicara makin lama semakin terasa meninggi, tidak aku pungkiri rasa itu pun dengan seketika juga aku rasakan. Rasa dimana aku ingin perasaan ku sedikit dihargai. Saat pertanyaan ku membuat nada tinggi terlontar untuk ku. Sedikit kekecewaan yang aku rasakan, tapi sudahlah ku lupakan saja rasa kecewa itu. Mencoba untuk menahan rasa mementingkan perasaan ku. Dan melupakan kecewa yang melanda.
Sudahalah... Mungkin pertanyaan dan perhatian ku itu salah dan tidak pada tempatnya. Pertanyaan yang mengharuskan aku mendengar nada suara yang sedikit menekan perasaan. Seketika itu, hanya diam yang bisa aku lakukan. Ataukah mungkin seharusnya aku diam dan tidak berkata apa pun saat itu. Sedikit sesal mulai tumbuh dalam diri ini, dan pertanyaan di dalam kepala yang cukup sulit untuk tak ku hiraukan “ kenapa pertanyaan itu harus ku ucapakan?” pertanyaan yang tidak berkenan untuknya.
Haruskah aku marah ataukah haruskan aku pun mengucapakan nada suara yang sama yang terlontar untuk ku??? Entahlah, lupakan saja! Itu tidak bisa aku lakukan. Walaupun cukup untuk membuat mata ku berkaca-kaca. Lupakan... sekali lagi, ,memcoba untuk tidak mementingkan persaan sendiri. Perasaan ini tidaklah penting.
Diam sajalah dan memilih untuk pergi. Bisikan itu mampu mempengaruhi diri ini untuk tidak lagi berkata apa-apa. Cukup diam dan beruasaha menstabilkan rasa ini. Mengalah sajalah!!! Mungkin aku tidak cukup pantas menanyakan hal itu. Mungkin aku juga tidak cukup mengerti akan pertanyaan itu. Dan semoga diam ini tidak diartikan lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar